Dalam Hal Ini Selingkuh Bukan Sebuah Pelanggaran Namun Dibenarkan Sesuai Kebutuhan

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…

Salah satu kebiasaan saya sebelum tidur (dan mungkin juga pembaca pada umumnya) adalah memainkan ponsel pintar. Karena memang gak ada yang lagi dikerjain juga, akhirnya saya isenk membuat daftar beberapa aplikasi yang fungsinya sama dan cukup lama membuat sesak memori penyimpanan.

Nah, sebelum saya menghapusnya, mending saya tuliskan sedikit alasan (anggap saja review singkat) mengenai aplikasi tersebut.

Setelah dihitung, ternyata saya menginstall 5 Web Browser sekaligus didalam sebuah handphone.

Gak bijak banget kan ya, padahal semua fungsinya sama haha…

Nah, apa sajakah web browser tersebut?

Opera Browser

Dalam Hal Ini Selingkuh Bukan Sebuah Pelanggaran Namun Dibenarkan Sesuai Kebutuhan

Diurutan pertama ada web browser yang emang paling terkenal diranah perangkat mobile. Salah satu alasannya, karena memang pada saat itu masih belum banyak web browser yang melirih ranah smartphone.

Ya, apalagi kalo bukan Opera.

Dari zaman handphone Symbian sampai Android kayaknya cuma Opera (sependek pengetahuan saya yang sok tahu ini) yang selalu menjadi primadona dalam berselancar didunia-nya si Maya.

Salah satu alasan saya masih menggunakan Opera adalah fitur Speed Dial yang berguna sebagai shortcut membuka situs langganan.

Termasuk blog ini.

Selain itu, Opera juga sudah menawarkan VPN Gratis.

Namun untuk urusan iklan, rasanya Opera masih belum bisa memblokir secara keseluruhan. Pasti ada aja yang lolos.

Brave Browser

Dalam Hal Ini Selingkuh Bukan Sebuah Pelanggaran Namun Dibenarkan Sesuai Kebutuhan

Merasa terganggu dengak iklan yang bertebaran, akhirnya saya menginstall Brave Browser.

Setelah dicoba, hasilnya mengagumkan karena Brave Browser ternyata mampu memblokir “hampir semua iklan”, termasuk dihalaman pencarian.

Awalnya saya menggunakan Brave Browser di Sistem Operasi GNU/Linux sebagai alternatif dari Google Chrome yang terlalu kepo soal privasi.

Bagi pembaca yang tertarik mencicipi Brave Browser di GNU/Linux, bisa mengikuti dokumentasi yang sudah saya buat disini (silahkan klik).

Oia, Brave Browser ini mengambil kode sumber ke Chromium Project atau bisa dibilang turunan Chromium.

Jadi untuk mengakses riwayat, bookmark yang ada di Chrome bisa dengan mudah dilakukan. Tinggal Sing-in pada pengaturan.

Free AdBlocker Browser

Dalam Hal Ini Selingkuh Bukan Sebuah Pelanggaran Namun Dibenarkan Sesuai Kebutuhan

Setelah cukup puas menggunakan Brave Browser, saya mencoba mencari alternatif lainnya.

Jatuhlah saya ke aplikasi bernama Free AdBlocker Brwowser.

Dari rating-nya sih terlihat cukup menjanjikan untuk memblokir iklan.

Tampilannya masih mirip dengan Google Chrome terutama pada bagian pengaturan.

Mungkin memang browser satu ini masih menginduk ke Chromium Project.

Setelah dicoba menggunakannya, ternyata hasilnya belum memuaskan. allias masih banyak iklan terkhusus dihalaman pencarian.

Dari halaman home terdapat shortcut untuk berlangganan sekitar 12k/bulan untuk menghilangkan seluruh iklan.

Namun permasalahan baru muncul ketika membuka YouTube.

Tiba-tiba handphone saya hank dan restart sendiri. Maklum spesifikasi smartphone-nya cukup minim dan sudah digunakan beberapa tahun.

Ini sih udah biasa terjadi saat ada aplikasi yang cukup memakan resource tinggi, namun sayangnya saya tidak kefikiran untuk memonitor resource-nya.

Yang pasti khusus point ini, bukan semata-mata disebabkan oleh Free AdBlock Browser.

DuckDuckGo

Dalam Hal Ini Selingkuh Bukan Sebuah Pelanggaran Namun Dibenarkan Sesuai Kebutuhan

Selanjutnya ada web browser yang merupakan Search Engine alternatif dari Google, yaitu DuckDuckGo.

Bagi pengguna GNU/Linux mungkin sudah akrab dengan DuckDuckGo yang sudah sangat terkenal bertolak belakang dengan Google khususnya dalam hal Privacy penggunanya.

Menariknya DuckDuckGo menyediakan web browser versi mobile. Setelah menginstallnya, saya merasa cukup puas, selain tidak menampilkan iklan, performanya pun sangat cepat alias ringan.

Sangat berbeda jauh dari browser sebelumnya.

Ada beberapa fitur menarik dari DuckDuckGo, yaitu terdapat 3 pengaturan untuk menamplikan menampilkan hasil penelusuran.

Diantaranya,

  • Ketat : Tanpa konten dewasa
  • Sedang : Tidak ada gambar atau video eksplisit
  • Mati : Jangan saring konten khusus dewasa

Rasanya web browser ini sangat nyaman digunakan khususnya untuk anak-anak.

Meskipun jika digunakan untuk menonton YouTube masih ada iklan yang tampil, namun saya rasa DuckDuckGo sangat layak dijadikan pilihan utama.

Google Chrome

Dalam Hal Ini Selingkuh Bukan Sebuah Pelanggaran Namun Dibenarkan Sesuai Kebutuhan

Bisa dibilang Google Chrome menjadi raja untuk perangkan Android.

Yaiyalah, yang ngebuatnya aja sama.

Chrome masih saya gunakan untuk memonitor tampilan iklan yang ada diblog.

Selebihnya, ya gak ada lagi.

Web Browser Andalan?

Nah, dari ke-5 aplikasi diatas, kira-kira yang manakah yang akan di eleminasi?

Entahlah, saya belum tahu, karena saat menulis postingan ini pun ke-5 nya masih sering saya gunakan secara bergantian.

Ah sudahlah, mungkin selingkuh dalam kasus ini bukanlah sebuah pelanggaran, bahkan dibenarkan sesuai kebutuhan.

Kalo ada saran, kira-kira web browser apa lagi ya yang bisa ngeblokir iklan?

Silahkan sampaikan pada form komentar dibawah…

ludy

Cuma pengen punya media yang berfungsi layaknya rumah didunia maya, dan personal blog inilah tempatnya (mohon maaf konten masih dalam proses migrasi). Selamat menikmati semua artikel yang saya buat, semoga bermanfaat...

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *