Last Updated:

Mencoba Point Linux Distro Berbasis Debian

root
root GNU/Linux

Oke, untuk artikel kali ini rasanya akan cukup panjang. Sekaligus sebagai ajang  "balas dendam" karena sudah beberapa lama tidak membahas Distro GNU/Linux.

Jadi ada baiknya kalian play video dibawah supaya gak bosan. 😬

Sudah dimainkan...???

Jika kalian tidak menyukai musik, silahkan dengarkan Murottal yang bisa dinikmati melalui link ini.

Prakata

Selalu ada yang menarik dari dunia GNU/Linux didunia. Khususnya dalam hal Distribusi atau yang biasa kita kenal dengan istilah Distro.

Banyak bermunculan Distro GNU/Linux baru, meskipun tidak sedikit juga Distribusi yang harus bubar dan/atau tak ada kabar rimbanya.

Salah satu hal yang menarik perhatian saya untuk menulis kali ini adalah karena merasa mendapatkan jawaban dari kebutuhan virtualisasi dari OS yang satu ini.

Berbasis Debian yang sangat terkenal akan stabilitasnya digabung dengan lingkungan desktop Gnome2 yang memang mempunyai kenangan tersendiri dihati.

Masih ingat dengan Ubuntu Lucid Lynx dengan tampilan "aneh" dengan 2 panel atas dan bawah pada zaman itu. Namun ternyata setelah ditilik lebih jauh, itulah salah satu hal yang menjadi daya tarik untuk mengenal lebih jauh mengenai Distro GNU/Linux.

Dan sampai sekarang, Alhamdulillah sudah betah menggunakannya (OS GNU/LInux) untuk keseharian. 

Untuk Intermezonya saya rasa cukup. Mari kita awali pokok pembahasan pada postingan kali ini.

Point Linux

point linux debian based
pointlinux.org

Point Linux, satu nama yang menarik perhatian saat saya bingung memilih OS yang akan dijalankan pada Linux Mint 20 XFCE. Distro ini saya kenal melalui situs rujukan utama kepopuleran OS didunia. 

Apalagi kalau bukan Distrowatch.com

Debian sebagai Distro Parent menambah saya tergerak untuk kepo. Maklum saja, jika bermain di ranah virtualisasi, akan sangat boros dan kurang bijak jika kita ikut "trend" dan terlalu nafsu memasang keluaran terbaru.

Resource sebagai pertimbangan utama agar kinerja laptop yang pas-pasan tidak hank ditengah jalan.

Sebagai pembukaan, kita ulas terlebih dahulu tagline yang terdapat pada tampilan gambar diatas.

Jika diterjemahkan secara bebas (dengan bantuan mbah Google tentunya) kira-kira seperti ini;

Point Linux dibangun dan sepenuhnya kompatibel dengan Debian, yang dikenal dengan stabilitasnya. Point Linux mengoptimalkannya untuk penggunaan desktop yang memberi Anda pengalaman yang tidak dapat ditawarkan oleh banyak distro Linux lainnya.

Pada situs resminya pun 

Proses Download Point Linux

Untuk mengunduh berkas ISO yang disediakan, saya lebih memilih menggunakan Terminal ketimbang Software Download Manager berbasis GUI yang ada pada GNU/Linux.

download point linux melalui terminal menggunakan wget
proses unduh

Bukan soal kecepatan yang lebih tinggi, melainkan karena sedikit memakan resource dan tentunya tidak memperberat kinerja Lapotop yang memang sudah "udzur" ini.

Menariknya, Point Linux ini masih menyediakan 2 versi arsitektur loh.

Jadi buat kalian yang punya komputer jadul dengan spek yang pas-pasan seperti saya, tetap bisa menikmati Point Linux dengan memilih 32bit.

Langsung saja meluncur ke situsnya disini.

download point linux gratis
download point linux

Dalam segi tampilan, Point Linux menyediakan 2 lingkungan desktop, yaitu MATE dan XFCE. Selain itu, dari segi kelengkapan aplikasi, Point Linux juga menyediakan 2 jenis. Full dan Core.

Saran saja, jika ingin digunakan untuk keperluan sehari-hari, lebih baik kita memilih versi Full Desktop daripada Core-nya saja.

Alasannya ya supaya tidak perlu susah-susah memasangnya secara manual.

Media Installasi Point Linux

Setelah berpanjang kata pada bab sebelumnya, sekarang waktunya pembuktian. Sekaligus untuk bisa merasakan secara langsung sensai menggunakan Point Linux yang berbasis Debian Jessie ini.

Sesuai dengan keperluan awalnya, disini saya akan memasangnya kedalam software Virtualisasi gratis yaitu VirtualBox.

Bagi yang ingin mengikuti tutorial ini secara penuh, silahkan pasang aplikasi tersebut, sesuaikan juga dengan OS yang kalian gunakan.

Untuk tutorialnya bisa ditonton pada beberapa video dibawah;

Cara Install VirtualBox Di Windows

Masih setia dengan Windows tapi ingin mencicipi GNU/Linux? Tenang saja, kalian tetap bisa menikmatinya dengan media Virtualisasi. 

Cara Install VirtualBox Di GNU/Linux

Meskipun sudah menggunakan OS GNU/Linux, namun terkadang tetap saja kita tergoda untuk mencicipi varian lain. Virtualisasi-lah solusi terjitu.

Pembuatan Mesin Virtual Untuk Point Linux

Hal pertama yang kita perlukan untuk memulai metode ini adalah dengan menyiapkan "komputer" yang tentu saja virtual. Kita sesuaikan juga dengan kebutuhan spesifikasi untuk menjalankan Point Linux yang memang sudah kita ulas sebelumnya.

Langsung saja kita buka VirtualBox

membuat komputer virtual
klik new

Klik New untuk membuat "mesin virtual" kemudian akan terbuka jendela seperti dibawah;

menentukan mesin virtual
nama & sistem operasi

Ditahapan ini kita isi informasi dari OS yang akan dijalankan pada mesin virtual. Sebagai contoh saya mengisinya dengan nama sesuai Distro yaitu Point Linux. Kemudian untuk Machine Folder dibiarkan saja default, tidak perlu kita ubah. 

Untuk Tipe OS, kita isi Linux dan untuk versinya biarkan saja default, karena memang Point Linux tidak ada didalam daftar tersebut. Yang harus diperhatikan adalah pemilihan arsitektur jika kalian memiliki ISO 32bit.

Jika sudah terisi semua, klik saja Next. Akan muncul halaman selanjutnya seperti dibawah;

tentukan memory mesin virtual
memory point linux

Dibagian ini kta tentukan besaran memory yang akan digunakan oleh mesin virtual kita. Sebagai contoh, saya mengalokasikan sebesar 2GB saja dari total memori fisik sebesar 8GB. 

Mudah-mudahan saja ini sudah lebih dari cukup untuk mengakomodir kebutuhan Point Linux. Namun jikalau memang kurang, tenang saja, kita tetap bisa menambahkannya dikemudian hari.

Jika sudah diatur, kita klik Next dan akan muncul tampilan sebagai berikut;

 

Selanjutnya Kemana...???

Sampai juga dipenghujung tulisan mengenai Point Linux. Karena tulisan diatas --ibarat gunung es dilautan-- masih sekedar permukaannya saja, jadi untuk sesi ini, saya akan menyisipkan beberapa link penting yang bisa digunakan untuk memperdalam pengetahuan sekaligus bertanya jika ada yang tidak faham.

Komunitas Point Linux

Komunitas adalah tempat pertama yang sebaiknya kita tuju. Menariknya Point Linux sudah menyediakan berbagai platform bagi penggunanya untuk saling bantu.

Kanal Telegram Belajar GNU/Linux Indonesia

Bagi kalian yang lebih senang belajar melalui media smartphone dan aplikasi chatting, ada Kanal Telegram yang sangat saya rekomendasikan untuk belajar, yaitu Kanal Telegram BLGI (Belajar GNU/Linux Indonesia)

Saya rasa, dua sumber diatas sudah lebih dari cukup.

Bagi yang ingin mendownload versi eBook-nya silahkan klik saja link ini.

Semoga tulisan ini bermanfaat, mohon sebarkan untuk memperluas kebaikannya.

Comments