Last Updated:
linux mint

Bukan Tutorial Linux Mint Uma

root
root GNU/Linux

Kali ini saya ingin berbagi sebuah kebiasaan yang dilakukan saat pertama kali selesai memasang Distro GNU/Linux kedalam Laptop.

Untuk studi kasusnya adalah Linux Mint versi Uma dengan desktop MATE yang terkenal ramah terhadap hardware, khususnya laptop Elitebook 2560p yang fungsinya sudah seperti komputer (tidak portable).

Kenapa Linux Mint Mate?

Saya mulai terlebih dahulu alasan dasar dibalik memilih versi MATE, yaitu sudah sangat kompatibel dengan seluruh hardware tambahan yang saya gunakan.

Salah satunya Touchpad yang bisa digunakan dengan lancar, tidak seperti versi XFCE yang harus menggunakan klik kiri saat ingin memilih objek.

Malas juga jika harus menggunakan mouse tambahan.

Lagipuna slot usb di laptop ini tergolong pelit, hanya 2 biji saja.

Beberapa Hal Yang Saya Lakukan

Sekarang saya paparkan beberapa hal yang biasanya dilakukan. 

Pertama tentu saja dengan menyesuaikan beberapa tampilan, seperti mengganti wallpaper, dan hal receh lainnya.

Kemudian beralih ke pengaturan aplikasi bawaan seperti Firefox yang masih tidak nyaman digunakan. 

Sebut saja mengubah halaman awal saat browser dijalankan, dan menambahkan mesin pencari Google.

Setelah hal diatas selesain, selanjutnya saya menambahkan beberapa software yang kemungkinan akan sering digunakan.

Tentu saja tak lupa memasang WordPress yang masih menjadi tempat bersemayamnya beberapa tulisan yang belum sempat dipublikasikan ulang.

Video Bukan Tutorial Linux Mint 20 Uma MATE

Nah untuk video dokumentasinya sudah saya upload ke YouTube, silahkan nikmati dibawah;

Jika ingin mengakses file yang saya gunakan pada video diatas, silahkan klik saja link ini.

Comments