Beberapa Alasan Kenapa Akhirnya Saya Menjatuhkan Pilihan Untuk Menggunakan Platform WordPress.Com
Beberapa Alasan Kenapa Akhirnya Saya Menjatuhkan Pilihan Untuk Menggunakan Platform WordPress.Com

Beberapa Alasan Kenapa Akhirnya Saya Menjatuhkan Pilihan Untuk Menggunakan Platform WordPress.Com

Posted on 9 views

Setelah kegalauan panjang nan melelahkan, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan blog ini sebagai rumah didunia maya.

Ya… Dipostingan kali ini saya gak akan banyak membahas Tutorial GNU/Linux yang biasanya menjadi sumber trafik personal blog ini. Tapi saya akan dokumentasikan beberapa alasan kenapa akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk menggunakan wordpress.com sebagai blog utamanya.

Ingin Fokus Ke Tulisan Tanpa Harus Ribet Mengelola Hosting

Alasan pertama sebenarnya lebih ke pembenaran pribadi yang subjektif dan sedikit “berdamai” dengan keadaan. Setelah berkutat cukup lama dengan konfigurasi hosting yang tak kunjung sesuai harapan, malah membuat saya lupa untuk belajar membuat konten yang menarik.

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk ngotak-ngatik hosting, mulai dari setting plugins, kustomisasi template, dan bolak-balik cek google pagespeedinsight dan gtmetrix. Bukannya malah makin kenceng, yang ada resource ram dan cpu nya malah membengkak. Dan lebih parahnya lagi, terkadang hosting malah gagak diakses (down) karena kesalahan sendiri.

Dengan menggunakan WordPress.Com saya tidak perlu dipusingkan dengan urusan hosting. Karena sudah dihandle oleh perusahaan Automattic.

Hasilnya sejauh ini, saya merasa lebih bisa memanfaatkan waktu untuk menjalankan prinsip one day one post. Silahkan klik link ini jika tertarik membaca artikel one day one post.

Terintegrasi Sosial Media (Auto Share Post)

Salah satu sumber trafik terbesar sebuah blog ada sosial media. Malah tidak jarang sebuah konten lebih booming dimedia sosial ketimbang disumbernya.

Menariknya, wordpress.com sudah terintegrasi dengan beberapa sosial media populer seperti facebook, twitter, pinterest, linkedin dan thumblr. Dengan sedikit konfigurasi saja, kita bisa membuat setiap postingan yang dipublish akan secara otomatis dishare kemedia sosial. Hal ini tidak saya dapatkan selama menggunakan Blogger yang semuanya serba manual.

Mudah Untuk Emmbed YouTube

Jika pada Blogger, saya harus memasukkan kode tertentu untuk menyertakan video YouTube (tergantung template yang digunakan) kedalam postingan, di wordpress.com saya cukup copy-paste url-nya saja.

Tentu ini akan menghemat waktu dan sangat cocok untuk pemula yang masih baru dalam dunia pemrograman web.

Berharap Dengan Teknologi AMP Yang Sudah Ada Di WordPress.Com

Alasan selanjutnya adalah sudah tersedianya pilihan untuk menggunakan AMP. Sekedar informasi, AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobil Pages. Teknologi yang masih hangat ini cukup efektif untuk membuat blog kita mejeng di halaman Google, terutama bila diakses menggunakan perangkat mobile (smartphone).

Tapi tetap ya, Content Is King.

Artinya enggak serta merta dengan menggunakan AMP, lantas postingan kita akan otomatis masuk ke halaman utama. Ada banyak faktor, AMP hanya salah satu diantaranya saja.

Belum lagi kalo blog kita masih versi gratis (numpang) ada embel-embel wordpress.com-nya.

Mudah Dibackup Ke Komputer Untuk Dibaca Secara Offline

Alasan selanjutnya kenapa saya menjatuhkan pilihan ke wordpress.com adalah kemudahan proses backup ke komputer lokal untuk dibaca secara offline. Internet masih merupakan hal yang mewah untuk saya.

Untuk itu, saya butuh platform yang menyediakan kemudahan untuk export file untuk dijadikan sebagai cadangan andaikata ada penyesuaian konten dan sebagainya.

Sebagai media offline, saya menginstall WordPress yang dijalankan didalam komputer. Jika kalian tertarik untuk membuat backup-an blog menggunakan WordPress, bisa mengikutinya pada video ini.

Kesamaan struktur tulisan (tag html) menjadi faktor utama.

Berbeda dengan Blogspot yang secara default terlalu banyak menggunakan tag DIV. Sehingga akan membuat mata sakit saat memigrasikannya mentah-mentah kedalam WordPress (khusus untuk gambar).

Blog Akan Selalu Ada Selama Automattic Tetap Beroperasi

Alasan ini sebenarnya sama seperti platform blogging gratisan lainnya, sebut saja Blogger. Namun bedanya, Automattic (menurut saya) tidak akan bangkrut selama WordPress masih menjadi CMS Terbanyak digunakan didunia.

Alasannya sederhana, tidak semua orang punya waktu dan keahlian untuk mengelola hosting sendiri (selfhosted).

Beberapa orang yang terlanjur jatuh hati dengan wordpress dan tidak ingin mengelola hosting sendiri pastinya akan lebih aman dan nyaman menggunakan fitur premium Automattic (wordpress.com) ketimbang menggunakan jasa manage wordpress pihak ketiga.

Akan menjadi hal yang aneh bin ajaib jika platform wordpress.com ditutup sedangkan pengembangan cms wordpress terus berlanjut. Selain itu, dengan semakin banyaknya blog yang menggunakan platform wordpress.com (versi gratis) dengan trafik tinggi, maka akan semakin banyak pula media untuk menampilkan iklan, dan tentu saja ini merupakan keuntungan bagi Automattic.

Berbeda dengan Blogger milik Google. Setiap blog secara default tidak akan terselipi iklan sama sekali. Artinya tidak ada timbal balik secara langsung, Google berbaik hati menyediakan hosting dan domain gratis. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Google memutuskan untuk menutup layanan Blogger, mengingat memang Google memiliki tradisi untuk memberhentikan sebuah layanan.

Silahkan lihat daftar layanan Google yang sudah ditutup pada link ini.

Relatif Murah Jika Ingin Upgrade Paket Hosting

Untuk point ini sebenarnya masih dalam proses.

Namun secara hitung-hitungan, biaya yang diperlukan untuk upgrade paket menjadi premium cukup murah ketimbang menggunakan selfhosted. Cukup dengan kisaran $5/bulan untuk tahun pertama (gratis domain .blog 1tahun).

Jika di selfhosted, biasanya akan mulai dari Shared Hosting dengan kisaran 500k – 700k pertahun (include domain) kemudian beralih ke VPS dengan tingkat kerumitan konfigurasi dan biasa yang sampai ratusan ribu bahkan jutaan perbulan.

Jika cPanel saja masih keteteran, apalagi dengan VPS yang serba mengurus sendiri. Makin banyak PR saja yang harus dikerjakan.

Jika pembaca ingin mengetahui gambaran biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat website online menggunakan wordpress selfhosted, silahkan baca artikel yang sudah saya tulis disini.

Gratis

Alasan terakhir dan sengaja saya simpan dipoint paling bontot adalah karena GRATIS.

Siapa sih yang gak suka sama gratisan?

Dengan membuat blog di wordpress.com, saya bisa mendapatkan hosting sebesar 3GB dengan masa aktif selamanya, asal tidak melanggar TOS dari wordpress.com. Ini sudah lebih dari cukup untuk membackup semua postingan yang sempat saya buat diblog-blog lainnya. Welcoma Back Home Bro…

Gravatar Image
Cuma pengen punya media yang berfungsi layaknya rumah didunia maya, dan personal blog inilah tempatnya (mohon maaf konten masih dalam proses migrasi). Selamat menikmati semua artikel yang saya buat, semoga bermanfaat...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *